Alarm di Balik Melesatnya Penarikan Utang Paylater Bank

Pertumbuhan debit paylater perbankan masih tinggi kendati mulai mengalami pelambatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pembiayaan layanan tersebut pada Juni 2026 mencapai Rp30,71 triliun atau naik 33,54 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan realisasi pertumbuhan ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 37,72 persen (yoy). Di samping itu, nilai sumbangsihnya terhadap total kredit perbankan juga dinilai masih minim: hanya 0,34 persen.

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) di perbankan tak lepas dari preferensi konsumen dalam berbelanja. Perkembangan ini juga didorong oleh makin berjamurnya kanal-kanal pembelian online, terutama di market place.Meski demikian, ia menegaskan bahwa tren tersebut tak serta-merta menunjukkan bahwa kemampuan belanja masyarakat mulai membaik. Sebaliknya, Kecenderungan tersebut justru mencerminkan perubahan pola konsumsi rumah tangga yang kian mengandalkan utang jangka pendek untuk mempertahankan tingkat konsumsi.

Search