Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi sorotan karena banyak korban terdampak. MBG ini didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang dikelola Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Badan Gizi Nasional (BGN) beserta pihak kepolisian telah mengambil tindakan terkait kasus dugaan keracunan MBG di Jayapura ini. Jumlah korban dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG di Distrik Depapre terus bertambah dari temuan awal puluhan orang pada Selasa (4/8/2026) menjadi ratusan orang hingga Kamis (6/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, dr. Berii Wopari, mengatakan, jumlah pasien yang diduga keracunan MBG sejak 4-6 Agustus 2026 mencapai 527 orang.
Operasional Yayasan Kasih Iman Samuel Papua selaku pengelola dapur MBG yang menyebabkan ratusan orang keracunan ini dihentikan sementara oleh BGN. Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono menyebut, hasil evaluasi awal menemukan sejumlah kekurangan, mulai dari aspek kebersihan hingga fasilitas pendukung yang belum memenuhi standar.
Polres Jayapura sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan MBG ini. Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga telah memeriksa 30 orang yang terdiri dari saksi dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, prosedur pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusiannya.
