Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen (month-to-month/mtm) pada Juli 2026, sementara secara tahunan inflasi menyentuh 2,88 persen (year-on-year/yoy). Pendorong deflasi Juli 2026 terutama pada makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,89 persen. Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,26 persen. Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai deflasi bulanan pada Juli 2026 masih lebih banyak dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan dibandingkan pelemahan permintaan massal. Kondisi ini dipicu oleh musim panen raya pada komoditas hortikultura di berbagai sentra produksi.
