Merger KAI dan INKA Bakal Penuhi Kebutuhan 156 Rangkaian KRL di 2040

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) telah memulai proses integrasi strategis atau merger. Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management Desty Arlaini mengatakan proses integrasi perlu diawali dengan kesamaan visi dari seluruh jajaran pimpinan dan insan kedua perusahaan. Ia mengatakan seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi KAI dan INKA membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia. Kebutuhan sarana dalam jangka panjang disebut membutuhkan perencanaan terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Bambang Jatmika mengatakan integrasi akan mempertemukan pengalaman KAI dalam memahami kebutuhan operasional dengan kompetensi INKA dalam desain, rekayasa, dan produksi sarana. Ia menyebut integrasi ini menjadi bagian dari cita-cita membangun industri kereta api nasional yang kuat. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sarana secara lebih terencana serta mengikuti perkembangan layanan kereta api di berbagai wilayah Indonesia.

Search