Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengakui pemangkasan anggaran berdampak langsung terhadap program-program literasi nasional. Salah satunya bantuan pengiriman buku ke desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, hingga Puskesmas terpaksa harus dihentikan. Menurut Aminudin, penurunan anggaran yang sangat drastis membuat berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penguatan literasi tidak dapat berjalan optimal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu menjelaskan, pada 2024-2025 Perpusnas menjalankan program bantuan buku untuk berbagai lokasi layanan masyarakat. Setiap titik penerima atau lokus mendapatkan sekitar 1.000 buku. Namun, program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.
