Penjualan Rumah di Jabar Anjlok 40 Persen, REI Soroti Lemahnya Daya Beli

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Jawa Barat mencatat penjualan properti di wilayahnya turun 30-40 persen di tengah tekanan ekonomi global dan sejumlah persoalan di tingkat daerah. Ketua DPD REI Jawa Barat Norman Nurdjaman mengatakan pelemahan daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi penjualan properti.

Norman menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyebabkan harga bahan baku impor maupun bahan baku yang menggunakan komponen impor ikut meningkat. Selain itu, moratorium tambang galian C di Jawa Barat juga berdampak pada terbatasnya pasokan material bangunan sehingga harga di lapangan meningkat. Menurut Norman, kenaikan biaya produksi membuat pengembang rumah komersial harus menyesuaikan harga jual. Namun, harga rumah subsidi tidak mengalami penyesuaian selama tiga tahun terakhir.

Di tengah perlambatan penjualan, Norman mengatakan kebutuhan rumah di Jawa Barat masih sangat besar. Berdasarkan data pemerintah, backlog perumahan nasional mencapai sekitar 10 juta unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau sekitar 2 juta unit berada di Jawa Barat.

Search