Pemerintah menunda implementasi penyaluran insentif untuk pembelian sepeda motor listrik selama satu bulan ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian. Program bantuan fiskal tersebut sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, Airlangga menjelaskan penundaan dilakukan karena pemerintah masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut secara matang sebelum resmi diluncurkan.
Sementara itu, Airlangga juga memastikan bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima akan berlanjut selama Juli hingga September 2026. Program tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun yang disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui subsidi kedelai bagi perajin tahu dan tempe sebesar Rp 2.000 per kilogram dengan kuota 250 ribu ton. Menurut Airlangga, berbagai stimulus tersebut disiapkan untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang masih berlangsung.
Selain bantuan pangan, pemerintah memberikan sejumlah insentif transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Insentif tersebut antara lain diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP. Pemerintah juga kembali memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.
