Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan penguatan validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan agar penyaluran program dapat menjangkau sasaran secara tepat dan merata. Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa akurasi data penerima manfaat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Sony, verifikasi dilakukan melalui koordinasi antara koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa. Melalui mekanisme ini dilakukan pendataan serta pencocokan data ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk para santri di pondok pesantren.
Untuk meningkatkan transparansi, lanjut dia, hasil validasi data penerima manfaat kini dapat diakses publik melalui dasbor validasidatapm.bgn.go.id. BGN juga mendorong kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif melakukan pengecekan data di wilayah masing-masing. Ia mengungkapkan, data penerima manfaat yang digunakan saat ini berasal dari pendataan awal yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2024. Pada masa awal tersebut, kata dia, BGN masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Selain belum memperoleh dukungan anggaran operasional, jumlah personel BGN saat itu juga masih sangat terbatas, sehingga koordinasi formal lintas instansi belum dapat dilakukan secara optimal.
