Kementan Optimistis Produksi Beras Aman Meski Hadapi El Nino

Kementerian Pertanian optimistis bahwa produksi dan ketersediaan beras nasional akan tetap terjaga meskipun menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan ekstrem pada pertengahan tahun ini. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi sejak awal tahun setelah peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sudaryono menegaskan beberapa fokus pemerintah dalam menghadapi El Nino adalah memastikan produksi tidak menurun. Upaya antisipasi dilakukan melalui pompanisasi, pipanisasi, dan pembangunan sumur bor untuk menjaga agar lahan tetap bisa ditanami saat musim kering. Kementerian Pertanian juga berupaya meningkatkan indeks pertanaman untuk mengoptimalkan frekuensi tanam dan panen dalam setahun. Sudaryono menyebutkan bahwa rata-rata frekuensi panen nasional saat ini belum mencapai dua kali setahun, sehingga peningkatan menuju IP200 atau dua kali tanam dan panen per tahun, menjadi target.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi skenario terburuk dengan memastikan cadangan beras nasional tetap aman. Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton, ditambah potensi produksi hampir 12 juta ton serta stok di masyarakat sekitar 12 juta ton. Sehingga, jika dibagi dengan konsumsi per bulan, ketahanan stok mencapai sekitar 10,8 bulan atau hampir 11 bulan. Sudaryono optimistis bahwa durasi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan dapat diantisipasi dengan cadangan pangan yang ada. 

Search