Legislator Minta Kekerasan di Daycare Little Aresha Harus Diusut Tuntas

Terbongkarnya dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, menjadi alarm keras bagi sistem perlindungan anak di Indonesia. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilang Dhielafararez, menilai kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan dugaan kejahatan serius yang harus diusut sampai tuntas.

Kasus tersebut mencuat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4). Dari lokasi, puluhan anak ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Sebanyak 103 anak diduga menjadi korban, sementara 53 anak di antaranya disebut mengalami kekerasan fisik hingga luka lebam. Dugaan bahwa daycare tersebut beroperasi tanpa izin resmi semakin mempertegas lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak. Menurut Gilang, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru berubah menjadi lokasi yang diduga menyisakan trauma.

Gilang mengapresiasi langkah cepat Polresta Yogyakarta dalam merespons laporan masyarakat dan melakukan tindakan di lapangan. Namun, ia menilai pengungkapan kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa sistem pencegahan negara masih belum bekerja maksimal. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya hadir setelah kasus kekerasan terhadap anak terungkap ke publik. Pengawasan terhadap daycare, tempat penitipan anak, maupun lembaga pengasuhan harus dilakukan secara rutin, ketat, dan terukur.

Search