Kemdiktisaintek Bakal Tutup Prodi-prodi yang Kurang Relevan dengan Arah Kebutuhan RI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) hendak menutup berbagai program studi (prodi) yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Rencana ini bakal dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco berharap terkait hal ini, para perguruan tinggi memiliki kerelaan untuk memilah dan memilih prodi yang perlu ditutup. Pihak Kemdiktisaintek juga mengharapkan dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

Badri menyebut salah satu prodi yang dinilai oversupply atau kelebihan pasokan lulusan, yaitu kependidikan. Ia menyebut dalam statistik pendidikan tinggi, prodi ilmu sosial kurang lebih ada 60% dan porsi yang paling besar merupakan prodi kependidikan/keguruan. Ia juga menyinggung saat ini perguruan tinggi di Indonesia menggunakan pendekatan market driven strategy dalam membuka prodi. Maksudnya, bidang prodi yang laris, akan dibuka prodinya.

Search