15 Warga Tewas di Papua, Komnas HAM Sebut Korban Selamat Ditembak “Tentara Berseragam”

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap pengakuan salah satu korban selamat dari insiden di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026. Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua Fritz Ramandey mengatakan, pengakuan ini diperoleh seusai lembaganya memintai keterangan yang bersangkutan. “Maka yang bersangkutan tidak tanggung-tanggung mengatakan bahwa ‘yang menembak saya adalah tentara berseragam’,” kata Fritz, saat hadir secara virtual dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Fritz menturkan, kontak tembak terjadi pada 13 April 2026 dan eskalasi memuncak pada 14 April 2026.

Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan personel TNI tidak terlibat penembakan yang menewaskan seorang anak di Kampung Jigiunggi, Kecamatan Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Pernyataan tersebut menampik kabar yang menyebut bahwa seorang anak menjadi korban akibat kontak senjata yang terjadi antara TNI dengan OPM. Menurut Wirya, terjadi dua peristiwa penembakan yang berbeda di hari yang sama, yakni Selasa (14/4/2026).

Search