Seruan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat peran strategis mahasiswa di tengah dinamika geopolitik global, menjadi kesimpulan diskusi kebangsaan bertajuk “Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global”. Forum tersebut mempertemukan berbagai elemen mahasiswa lintas organisasi.
Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muhammad Sardani, menyampaikan, tantangan era digital yang dipenuhi arus informasi tak selalu akurat. Dia menyebut, mahasiswa harus berperan sebagai penyampai informasi yang benar sekaligus penyeimbang di tengah masyarakat. Menurut Sardani, pentingnya bagi mahasiswa membangun kembali kepercayaan publik melalui kontribusi nyata. “Mahasiswa harus hadir sebagai kawan masyarakat, bukan sekadar pengkritik, tapi juga bagian dari solusi,” ucapnya.
Bendahara Umum Presidium Nasional Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Tirta Gangga Listiawan menyebut, mahasiswa harus mampu memahami substansi isu, bukan sekadar mengikuti arus yang sedang viral. “Mahasiswa harus paham posisi Undang-Undang Dasar sebagai norma dasar,” katanya.
