Survei LSI: Mayoritas Publik Tetap Ingin Pilpres dan Pilkada Langsung

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan mayoritas respondennya tetap ingin mempertahankan sistem pemilihan langsung untuk Pilkada hingga Pilpres. Survei soal sistem pemilu ini menjadi sebagian komponen dalam survei “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”, dipaparkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Survei ini berkaitan dengan sila keempat Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. LSI mengajukan pertanyaan ke responden soal preferensi sistem pemilu dalam demokrasi perwakilan, yakni apakah pemilu langsung meliputi pemilhan DPR, DPRD, pemilihan kepala daerah, hingga pemilihan presiden dan wakil presiden, ataukah pemilu dalam permusyawaratan perwakilan bermakna pilkada dan pilpres dipilih oleh wakil rakyat.

84,5 persen menjawab rakyat memilih wakil-wakilnya secara langsung termasuk DPR/DPRD, DPD, presiden, gubernur, bupati, maupun wali kota. Hanya 11,3 persen yang menginginkan rakyat hanya memilih anggpta DPR, DPRD, dan DPD, sedangkan presiden, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat melainkan dipilih oleh wakil rakyat, masing-masing, DPR dan DPD untuk memlih presiden dan DPRD memilih kepala daerah.

Search