World Bank: Tekanan Energi Picu Kenaikan Harga Plastik, UMKM Terdampak

Tekanan harga energi global mulai merembet ke berbagai sektor, termasuk bahan baku plastik yang banyak digunakan dalam aktivitas usaha. Kenaikan ini dinilai sebagai dampak berantai akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia. Dalam paparan Bank Dunia, Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menyebut lonjakan harga minyak dan gas telah mendorong kenaikan biaya produksi di berbagai sektor.

Selain itu, hambatan jalur perdagangan dan meningkatnya biaya transportasi turut memperbesar tekanan biaya. Kondisi ini membuat harga barang, termasuk bahan baku turunan energi seperti plastik, ikut terdorong naik. Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik akan melambat pada 2026 di tengah tekanan global tersebut.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengakui kenaikan harga plastik dipicu ketergantungan pada impor bahan baku. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut salah satu bahan baku plastik, yakni nafta, masih banyak dipasok dari Timur Tengah yang kini terdampak konflik. Ia menambahkan, dampak kenaikan harga plastik tidak hanya dirasakan produsen, tetapi juga merembet ke sektor hilir hingga konsumen.

Search