IHSG Anjlok Tembus Level 6.900-an, Ini Pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin bergerak melemah seiring ekspektasi diterapkannya kebijakan moneter ketat akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95.

Lonjakan harga energi mulai mengubah ekspektasi kebijakan moneter global. Pasar kini memperkirakan kurang dari satu kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, menurun dari ekspektasi dua kali pemangkasan sebelum perang pecah. Perhatian juga tertuju pada kemungkinan pembicaraan Israel-Lebanon terkait gencatan senjata Hizbullah. Sementara itu, hubungan ekonomi China-AS disorot melalui pembahasan mekanisme Board of Trade dan Board of Investment menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan kombinasi pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang masih tinggi. Produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV 2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen, sementara core personal consumption expenditures (PCE) Januari naik 3,1 persen, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Search