Setara Institute Rilis Laporan KBB 2025, Catat 221 Pelanggaran

Setara Institute merilis laporan tahunan mengenai kondisi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang 2025. Laporan ini menjadi sorotan karena menjadi evaluasi penuh pertama terhadap kinerja perlindungan hak beragama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peneliti Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Setara Institute, Harkirtan Kaur, dalam paparannya menujukkan kondisi KBB di Indonesia sepanjang 2025 masih menunjukkan berbagai persoalan yang belum tertangani secara komprehensif. Kondisi ini diperburuk dengan keberadaan regulasi-regulasi diskriminatif yang menjadi validasi bagi kelompok intoleran untuk melakukan tindakan pelanggaran.

Berdasarkan pencatatan Setara Institute, ditemukan jenis-jenis pelanggaran yang sama dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kondisi KBB 2025 masih masalah serius dan tidak menampakkan perbaikan yang signifikan. Pada laporan KBB 2025, Setara Institute mencatat telah terjadi 221 peristiwa pelanggaran dengan jumlah tindakan sebanyak 331. Angka ini menunjukkan adanya sedikit penurunan dari tahun sebelumnya yakni sebanyak 260 peristiwa dengan 402 tindakan pada 2024. Dari jumlah pelanggaran di 2025 tersebut, 128 pelanggaran KBB dilakukan oleh aktor negara, berbanding 197 pelanggaran dilakukan oleh aktor non-negara.

Search