Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi RI meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh tempat pemeriksaan imigrasi udara pascakonflik militer di kawasan Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan wilayah udara di sejumlah negara, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman, dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, menegaskan jajarannya telah melakukan langkah cepat dengan melakukan pembatalan keberangkatan, baik secara manual maupun sistem, bagi penumpang dan kru maskapai yang terdampak.
Ia menyebut situasi ini berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia. Berdasarkan pemantauan Ditjen Imigrasi hingga Sabtu (28/2) pukul 21.00 WIB, tercatat delapan penerbangan internasional di tiga bandara utama, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, dan Kualanamu, mengalami pembatalan atau penundaan. Menurut Yuldi, total 2.228 penumpang terdampak akibat pembatalan maupun penundaan tersebut. Adapun para penumpang penumpang terdiri atas 1.644 warga negara asing dan 584 warga negara Indonesia.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, Ditjen Imigrasi telah menginstruksikan jajaran petugas imigrasi di bandara untuk merespons situasi terkini penerbangan, salah satunya dengan menyesuaikan penempatan personel pada area kedatangan dan keberangkatan internasional sesuai dinamika penerbangan.
