Polemik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka di ruang publik. Perdebatan kebijakan ini dinilai tidak lagi semata soal desain dan efektivitas program, melainkan telah berkembang ke ranah politik yang lebih luas. Pengamat sosial dan kebijakan publik dari Kader Literasi Indonesia Maju (Kalima), Aiman Adnan, menilai dinamika tersebut mencerminkan ketegangan antara agenda kebijakan pemerintah dan respons politik di parlemen.
Ia menyinggung adanya kritik dari sejumlah politisi PDI Perjuangan terhadap implementasi MBG. Namun menurutnya, perdebatan yang berkembang di ruang publik cenderung melebar dan tidak lagi fokus pada substansi program. Aiman berpandangan, resistensi terhadap MBG menunjukkan adanya dinamika politik atas perubahan prioritas kebijakan yang kini menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Aiman juga mengingatkan, perdebatan yang berlarut berpotensi memunculkan penilaian publik terhadap sikap politik para pihak yang terlibat.
