Dirut LPDP: Anak Pejabat atau Figur Publik Diminta Gunakan Skema Bayar Setengah

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini tengah disorot, usai viral alumni LPDP berinisial DS yang menyebut ‘cukup saya WNI, anak jangan’. Dengan viralnya kasus tersebut, publik semakin menyoroti kriteria-kriteria para penerima beasiswa (awardee), setelah sempat juga ramai diperbincangkan soal anak pejabat ataupun sosok publik figur yang ikut menjadi awardee LPDP. Dinamika para penerima beasiswa LPDP tersebut menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat, mengingat awardee memanfaatkan dana hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah, yang sumbernya berasal dari pajak alias uang rakyat.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama LPDP Sudarto menyampaikan, pihaknya mengarahkan bagi masyarakat yang merupakan anak pejabat ataupun sebagai publik figur dan atau keluarga mampu, disarankan memilih opsi beasiswa parsial, artinya ada skema pendanaan bersama antara LPDP dengan individu awardee. Di samping itu, Sudarto menekankan, LPDP telah mengalokasikan sekitar 25 persen dana beasiswa adalah beasiswa afirmasi. Para penerima beasiswa afirmasi yakni meliputi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), masyarakat pra-sejahtera, dan masyarakat berkebutuhan khusus. LPDP juga menyediakan beasiswa untuk masyarakat yang berprestasi di bidang olahraga.

Sudarto menyampaikan, mewakili LPDP serta seluruh alumni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang timbul akibat perilaku DS. Ia menyebut sangat menyesalkan sikap DS yang seharusnya bisa dihindari. Kendati ada kasus DS yang cukup mencoreng itu, Sudarto menyampaikan pihaknya tetap meyakini para alumni LPDP bekerja dengan sangat giat mengabdi untuk negeri dengan penuh dedikasi di seluruh pelosok Tanah Air dan di seluruh lapisan jenis pekerjaan.

Search