COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan proses merger BUMN karya atau infrastruktur tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui tahapan penyehatan yang ketat dan sistematis. Danantara Indonesia, lanjut Dony, menyebut konsolidasi hanya akan dilakukan setelah kondisi keuangan dan operasional perusahaan dinilai benar-benar siap.
Menurut Dony, tahap awal difokuskan pada pembersihan laporan keuangan dan pengakuan penurunan nilai aset agar kondisi perusahaan lebih transparan. Setelah itu, Danantara masuk ke fase penataan ulang struktur dan model bisnis masing-masing BUMN karya. Ia menjelaskan, restrukturisasi juga mencakup upaya menurunkan beban utang agar perusahaan lebih sehat dan berkelanjutan. Dony menilai langkah ini krusial sebelum memasuki fase konsolidasi agar merger tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dony mengatakan, Danantara menargetkan seluruh rangkaian proses tersebut dapat rampung pada tahun ini dengan potensi pelaksanaan merger pada semester kedua. Ia menyebut jadwal tersebut realistis mengingat tahapan pembersihan dan penyehatan telah berjalan sepanjang tahun lalu.
