Laporan PBB: Bukan Lagi Krisis, Dunia Mulai Masuk Era Kebangkrutan Air

Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap dunia saat ini memasuki era ‘kebangkrutan air’. Pasalnya, banyak wilayah yang kini tak lagi mampu pulih dari krisis air berkepanjangan. Menurut laporan PBB wilayah-wilayah di seluruh dunia mengalami kekurangan air yang parah. Kabul, ibu kota Afghanistan, berpotensi menjadi kota modern pertama yang kehabisan air. Sementara itu, Kota Meksiko ‘amblas’ dengan laju sekitar 20 inci per tahun akibat penarikan air berlebihan dari akuifer raksasa di bawah jalan-jalannya.

Kaveh Madani, Direktur Institut Air, Lingkungan, dan Kesehatan Universitas PBB sekaligus penulis laporan tersebut mengatakan bahwa dalam menghadapi kebangkrutan air, meskipun upaya perbaikan dan mitigasi tetap penting dilakukan sejauh mungkin, masyarakat juga perlu beradaptasi dengan kenyataan baru, yakni kondisi yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Laporan tersebut menyerukan berbagai tindakan, mulai dari transformasi sektor pertanian yang saat ini menjadi pengguna air terbesar di dunia melalui perubahan jenis tanaman dan peningkatan efisiensi irigasi.

Jonathan Paul, seorang profesor geosains di Royal Holloway, Universitas London, mengatakan laporan tersebut “mengungkap dengan jelas, tanpa ambiguitas, perlakuan buruk manusia terhadap air.” Namun, ia percaya bahwa konsep kebangkrutan air global “berlebihan”, meskipun banyak wilayah mengalami tekanan air yang parah.

Search