Rentetan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir bukan kejadian biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan ekstrem yang memicu bencana tersebut terjadi akibat anomali cuaca yang langka, di mana hujan setara satu bulan turun hanya dalam waktu sehari.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan fenomena itu dipicu Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka. Meski Indonesia umumnya bukan wilayah rawan siklon, kondisi atmosfer yang berubah cepat menyebabkan pembentukan siklon tak lazim tersebut.
BMKG mengaku telah memprediksi potensi siklon itu sekitar delapan hari sebelum terbentuk dan sudah mengirim peringatan berulang kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Teuku menegaskan peringatan dini seharusnya menjadi dasar bagi kepala daerah untuk bergerak cepat mengantisipasi risiko banjir bandang maupun longsor.
