Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal tersebut disampaikannya dalam Media Gathering Publikasi Media. Menurut Ismail, karakter ruang digital Indonesia yang sangat bebas tidak diimbangi dengan kecakapan digital yang memadai. Saat ini tingkat literasi digital di Indonesia berada pada indeks 3,5 dari angka 5.
Ismail Cawidu juga mencontohkan maraknya praktik manipulasi konten yang mengedit potongan video tokoh publik menggunakan kecerdasan buatan. Sehingga, pesan aslinya berubah dan memicu kemarahan publik. Menurut Ismail, masyarakat perlu diajarkan cara memeriksa informasi, melakukan tabayyun, dan tidak langsung mempercayai konten viral. Ia mengajak media untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi jernih dan edukatif, agar ruang digital tidak dikuasai konten negatif.
