Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bantuan sosial selalu disiapkan untuk menghadapi bencana alam maupun non-alam. Ia menegaskan, bantuan itu menjadi bagian dari perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi korban. Menurut Saifullah, setiap kali terjadi bencana, pemerintah langsung menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. Langkah cepat itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Ia menambahkan, penyaluran bantuan mencakup kebutuhan pokok, tenda, dan layanan dukungan psikososial. Semua disiapkan agar masyarakat bisa segera pulih dari dampak bencana.
Kementerian Sosial (Kemensos) juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk mempercepat penanganan. Dengan kerja sama itu, bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan cepat diterima korban. Sebanyak 1.873 warga dari 626 kepala keluarga di Kecamatan Cisolok terdampak banjir dan longsor, Senin (27/10/2025). Bencana menyebabkan ribuan warga harus mengungsi.
Manajer Pusdalops BPBD Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebut enam kampung terdampak banjir dan dua kampung longsor. Ia menjelaskan, peristiwa tersebut melanda beberapa desa di Kecamatan Cisolok. Daeng merinci daerah terdampak banjir berada di Desa Cikahuripan, Karangpapak, Cisolok, Wangunreja, dan Cikelat. Sementara itu, tanah longsor terjadi di Desa Sukarame dan Wangun Sari. Sebagian warga terdampak kini mengungsi di rumah kerabat terdekat. Kebutuhan mendesak berupa tenda, alat kebersihan, sandang pangan, air bersih, genset, dan pompa air.
