Momen Akrab Prabowo dan Presiden Afsel, Bahas Nelson Mandela hingga Apartheid

Beragam momen akrab disuguhkan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025). Keduanya bertukar pikiran dan pandangannya terkait negara masing-masing, di sela bahasan hubungan diplomatik. Dari pembahasan itu, baik Prabowo maupun Ramaphosa punya kesan baik untuk Afrika dan Indonesia.

Salah satu kesan baik yang diungkapkan Prabowo terkait Afrika adalah sosok Nelson Mandela yang ia anggap sebagai pahlawan dan ikon. Saking kagumnya, Prabowo bahkan memajang foto Nelson Mandela di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Prabowo juga menganggap Afrika Selatan dan Indonesia memiliki sejarah serupa sebagai negara jajahan. Indonesia, kata Prabowo, berada di bawah penjajahan selama ratusan tahun, sehingga ia pun merasa iba dengan perjuangan panjang Afrika Selatan untuk meraih kebebasan.

Begitu pula dengan Afrika Selatan yang berjuang melawan penjajah, bahkan mengalami politik apartheid, sebuah sistem segregasi rasial dan penindasan yang diterapkan oleh pemerintah minoritas kulit putih di Afrika Selatan dari tahun 1948 hingga awal 1990-an. Melalui sistem itu, terjadi pemisahan yang dibedakan dari warna kulit. Orang kulit hitam kerap tidak mendapatkan hak yang seharusnya diterima. Terkait apartheid, Indonesia menjadi kenangan baik warga Afrika Selatan. Ramaphosa menganggap Indonesia sebagai negara yang teguh melawan diskriminasi ras atau apartheid.

Search