Di tengah ketegangan diplomatik antara India dan Amerika Serikat (AS), Google justru melangkah agresif. Raksasa teknologi asal California itu mengumumkan investasi sebesar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 249 triliun (asumsi kurs Rp 16.602 per dollar AS) untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di negara bagian Andhra Pradesh. Langkah ini menjadi investasi terbesar Google di India, sekaligus sinyal kuat bahwa perusahaan melihat potensi besar dalam misi digital negara berpenduduk terbanyak di dunia tersebut.
Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana global Google untuk menggelontorkan sekitar 85 miliar dollar AS tahun ini demi memperluas kapasitas pusat data dan memenuhi lonjakan permintaan terhadap layanan AI. Pusat data baru yang berlokasi di Visakhapatnam, kota pelabuhan di selatan India, akan memiliki kapasitas awal sebesar 1 gigawatt (GW). Google menargetkan kawasan ini sebagai pusat komputasi utama yang mendukung transformasi digital nasional India.
India kini menjadi ‘medan strategis baru’ bagi raksasa teknologi dunia. Selain Google, Microsoft dan Amazon telah lebih dulu menanamkan investasi miliaran dolar untuk membangun pusat data di negara tersebut. Dengan hampir satu miliar pengguna internet, India adalah pasar digital yang sangat besar. Tak hanya pemain global, taipan lokal seperti Gautam Adani dan Mukesh Ambani juga ikut berlomba membangun kapasitas infrastruktur data.
