Menteri PU Bangun Dapur MBG ‘Plus-plus’, Jamin Higienis

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur umum untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan standar higienitas tinggi. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut dapur SPPG yang dibangun pihaknya dirancang dengan fasilitas lengkap dan sistem sanitasi yang memadai, berbeda dengan dapur SPPG lain yang dikembangkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dody menjelaskan peran Kementerian PU dalam program MBG terbatas pada pembangunan infrastruktur, yaitu menyiapkan dapur sebagai pusat pengolahan makanan. Namun, dapur yang dibangun bukan dapur biasa.

Menurutnya, setiap dapur dirancang dengan konsep ‘plus-plus’, yakni memiliki sistem sanitasi yang baik, aliran air bersih yang lancar, serta pembuangan limbah yang tertata. “Infrastrukturnya jadi dapurnya saja. Cuman dapur yang kita bangunkan, itu adalah dapur yang ‘plus-plus’. Plus-plus itu maksudnya sanitasi yang bagus, aliran airnya juga bagus, pembuangannya juga bagus,” jelas Dody dalam Program CNN Indonesia Newsroom, Selasa (14/10). “Jadi, ada lemari esnya, ada genset, dan seterusnya. Jadi, bahan-bahan yang masuk ke dalam kulkas diyakinkan pada saat listrik mati, tetap dinginlah kulkasnya itu, enggak mati, gitu,” tambahnya.

Dody menjelaskan tanggung jawab Kementerian PU hanya sebatas pada pembangunan infrastruktur dapur, sementara pengelolaan dan operasional sepenuhnya berada di bawah BGN selaku pelaksana program MBG. Ia juga menegaskan perbedaan utama antara SPPG yang dibangun PU dan BGN terletak pada standar teknisnya, khususnya di sisi sanitasi, aliran air, pembuangan, hingga ketersediaan listrik cadangan.

Search