Pemerintah akan menggencarkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan beras 10 kilogram. Terutama di 214 kabupaten yang harganya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah strategis ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras. Sebagai bukti, Mendagri mencatat adanya peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras. Menurut analis politik Universitas Nusa Cendana, Kupang, Yohanes Jimmy Nami, intervensi pasar ini adalah langkah taktis untuk mencegah kerawanan pangan.
Meskipun intervensi pasar memberikan hasil positif, stabilitas harga beras dalam jangka panjang memerlukan strategi yang lebih komprehensif. Jimmy menekankan, upaya pemerintah harus menyentuh level produksi dan distribusi yang merata. Menurutnya, pemerintah perlu menstimulasi produksi di tingkat petani dengan kebijakan propetani, seperti penyediaan bibit dan pupuk. Langkah ini membutuhkan kolaborasi antara institusi, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.
Jimmy juga menambahkan pentingnya mitigasi bencana untuk mencegah kerawanan pangan. Selain itu, ia menilai, pemerintah harus mengendalikan penuh pasokan beras agar rantai pasok tidak dikuasai oleh segelintir pengusaha. Hal ini penting untuk memastikan harga tetap terkontrol dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan menggabungkan intervensi jangka pendek dan perbaikan fundamental pada produksi dan distribusi, stabilitas harga beras akan berkelanjutan dan menjamin ketahanan pangan nasional.
