Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirat mengatakan, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan bisa tembus 100.000 orang jika konflik Iran-Israel berkepanjangan. Namun, angka tersebut diperkirakan terjadi sampai akhir 2025 jika konflik kedua negara tidak bisa berhenti. Keyakinan Mirah juga merujuk pada angka PHK yang dicatat oleh Aspirasi per Juni ini mencapai 78.000 orang.
Sementara itu, menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, perang Iran-Israel akan mengurangi permintaan barang hasil industri Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga bergantung kepada suplai energi dari Iran. Akibatnya, pasokan barang asal Indonesia ke Iran akan berkurang, sehingga nantinya industri akan mengurangi produksi yang bisa berdampak kepada efisiensi tenaga kerja.