Raja Piano Tumbang, Ini 2 Pabrik Elektronik Dikabarkan Mau Tutup

Industri elektronik kembali menghadapi tantangan berat dengan adanya rencana penghentian produksi oleh beberapa perusahaan besar. Setelah PT Sanken Indonesia mengumumkan akan menutup operasinya pada pertengahan 2025, kini dua pabrik yang berafiliasi dengan Yamaha juga dipastikan akan menghentikan kegiatannya. Keputusan ini berdampak signifikan terhadap tenaga kerja, dengan sekitar 1.100 karyawan berisiko kehilangan pekerjaan akibat penutupan dua fasilitas produksi alat musik piano, yakni PT Yamaha Music Product Asia di Bekasi dan PT Yamaha Indonesia di Jakarta.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap penurunan permintaan pasar, yang menyebabkan perusahaan memutuskan untuk mengalihkan produksi ke fasilitas mereka di China dan Jepang. Fenomena serupa juga terjadi pada PT Sanken Indonesia di Cikarang, yang telah mengumumkan penghentian operasional pada pertengahan tahun mendatang. Pabrik tersebut selama ini berfokus pada produksi komponen elektronik seperti transformator dan sistem daya cadangan. Dengan keputusan ini, sebanyak 459 pekerja menghadapi kemungkinan pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, pemerintah melalui otoritas terkait masih belum memberikan tanggapan resmi mengenai perkembangan ini. Situasi ini menandakan adanya dinamika besar dalam sektor manufaktur elektronik di Indonesia, yang dipengaruhi oleh perubahan strategi bisnis global serta persaingan industri yang semakin ketat. Keberlanjutan industri dalam negeri menjadi perhatian utama, terutama dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi dari penutupan pabrik yang terus berlanjut.

Search