Ketika PHK Karyawan demi AI Berujung Blunder dan Penyesalan

Keputusan memangkas ribuan karyawan demi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ternyata bisa berujung blunder. Hal itu dialami perusahaan teknologi finansial asal Swedia, Klarna, yang kini justru menyesal setelah menggantikan peran manusia dengan mesin. Pada 2024, Klarna memutuskan memangkas sekitar 1.200 karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya. Perusahaan mengandalkan AI untuk mengambil alih berbagai fungsi, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, hingga komunikasi publik. Namun, langkah ini berakhir dengan penyesalan. CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski, mengakui pihaknya “kebablasan” dalam menggunakan AI. Fenomena serupa juga terjadi di Salesforce. Raksasa perangkat lunak asal Amerika Serikat itu melakukan PHK terhadap 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan pada awal September 2025.

Kisah Klarna menunjukkan bahwa transformasi radikal dengan menggantikan manusia sepenuhnya bukan tanpa risiko. Sementara itu, Salesforce memilih jalur berbeda dengan mengurangi tenaga kerja besar-besaran, tapi tetap mempertahankan kolaborasi manusia dan AI.

Search