Pemerintah tak henti-hentinya menyampaikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman bahkan surplus alias berlebih. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda: harga beras tetap mahal. Bahkan yang lebih ironi, setok beras yang biasanya menumpuk di rak-rak toko modern, kini mengalami kelangkaan di sejumlah daerah. Berbeda dengan klaim-klaim dari Bapanas maupun Kementan, Ombudsman RI membeberkan temuan yang bertolak-belakang. Berdasarkan sidak yang dipimpin Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika beberapa waktu lalu, ditemukan fakta mengejutkan. Harga beras termurah di pasar tradisional mencapai Rp 12.000 per kilogram. Itu pun dengan kualitas rendah berupa butiran kekuningan yang biasa dipakai usaha kuliner. Untuk konsumsi rumah tangga, harganya bahkan menembus di atas HET. Temuan lain, stok beras kosong di banyak rak minimarket.
