CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan pelat merah kerap mempercantik laporan keuangan. Hal ini agar perusahaan itu terlihat memiliki keuntungan yang tinggi. Rosan mengatakan rekayasa finansial tersebut kemudian terungkap saat diminta setoran dividen oleh Danantara.Parahnya, tidak jarang ada perusahaan pelat merah yang sampai berani melakukan fraud untuk mempercantik laporan keuangan.
Rosan menjelaskan tindakan tersebut kerap mendapatkan dukungan dari komisaris. Sebagaimana diketahui, semakin bagus laporan keuangan suatu perusahaan, semakin tinggi pula besaran tantiem yang diterima oleh para komisaris. Hal itu berlaku sebelum Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menghapus tantiem para komisaris BUMN. BPI Danantara telah mengeluarkan aturan yang berlaku efektif untuk tahun buku 2025 bahwa para komisaris BUMN tidak lagi menerima tantiem. Rosan pun menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Danantara tidak akan memberikan toleransi terhadap perusahaan pelat merah yang mempercantik laporan keuangan.
