Kunjungan Kerja Agung Laksono ke Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman

Agung Laksono, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengadakan pertemuan dengan Bupati Agam, H. Andri Warman, pada hari Senin, 15 November 2021, di Rumah Dinas Bupati Agam. Pertemuan ini membahas rencana revitalisasi Danau Maninjau. Danau Maninjau, danau terluas kedua di Provinsi Sumatera Barat yang terletak di Kabupaten Agam, satu dari sekian objek wisata alam Sumatera Barat, yang juga terkenal atas jalan Kelok 44, masuk dalam daftar penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional. Andri menjelaskan bahwa kondisi Danau Maninjau sudah memprihatikan, setidaknya 1-3x setahun, ribuan ikan mati mendadak. Keberadaan ribuan keramba jaring apung (KPA) tanpa izin telah merusak ekosistem danau ini, endapan sisa pakan ikan telah mencapai ketebalan 30 meter.

Bupati Agam didampingi jajaran Pemkab Agam mengajak Agung Laksono untuk meninjau langsung ke Lawang Park. Sembari melihat-lihat Danau Maninjau dari atas, Andri menyampaikan bahwa Pemda Agam berencana menjadikan Danau Maninjau sebagai objek wisata internasional dan membangun kereta gantung dari Lawang menuju danau, “seperti Genting” tambah Andri. Namun terlebih dahulu danau harus dibersihkan, KPA harus ditertibkan, sehingga untuk dapat mewujudkannya, Pemda membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Dalam kunjungan ini, Agung juga mengunjungi sentra UMKM di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar dan Pengrajin Amai Setia, Kabupaten Agam. Pandai Sikek dikenal dengan kain songket tenun buatan tangan, sementara Pengrajin Amai Setia dikenal dengan kerajinan perak, sulaman dan kain songket. Agung berkesempatan menyaksikan langsung proses penenunan kain songket, kain ini ditenun secara tradisional tanpa adanya campur tangan mesin.


Mengakhiri rangkaian kegiatan, Agung mengadakan pertemuan dengan Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur. Dalam pertemuan tersebut, Agung didampingi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Barat, Moh. Sofian Asmirza, menyerahkan secara simbolis bantuan bencana alam dari Kemendikbud Ristek melalui LPMP Sumbar untuk sekolah di Kabupaten Padang Pariaman. Bencana longsor 29 September 2021 lalu menimbulkan total kerusakan peralatan sekolah mencapai Rp180 juta, bantuan berupa barang yang diserahkan senilai Rp100 juta.