Diskusi Terbatas Pembangunan Nasional dalam Bingkai Kebangsaan dan NKRI

Pembangunan ekonomi Indonesia sampai dengan Kuartal III Tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.08. Sejak Kuartal II Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%. Capaian ini menunjukkan kemajuan yang cukup berarti di tengah-tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya menunjukkan pemulihan sejak krisis Tahun 2008. China yang menjadi salah satu tujuan ekspor negara Indonesia, perekonomiannya hanya tumbuh sekitar 6-7%, jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya yang selalu di atas 2 digit. Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik dan belanja pemerintah. Sementara investasi dan ekspor belum dapat menjadi andalan pertumbuhan ekonomi, sambil menunggu membaiknya situasi global.

Berdasarkan latar belakang tersebut serta mencermati situasi perkembangan pembangunan nasional akhir-akhir ini maka Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), mengadakan Diskusi Terbatas dengan tema Pembangunan Nasional dalam Bingkai Kebangsaan dan NKRI bertempat di Kantor Wantimpres (6/12). Diskusi terbatas ini dihadiri oleh Bapak A. Malik Fadjar dan Bapak Sidarto Danusubroto, Anggota Wantimpres serta para Sekretaris Anggota Wantimpres dengan para narasumber dari elemen-elemen kampus dalam hal ini mahasiswa untuk bisa turut serta memberikan kontribusi positif sumbangan-sumbangan pemikiran demi kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia, terlebih dalam menyikapi berbagai isu-isu kritis akhir-akhir ini. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi antara lain dari Kalompok Cipayung yaitu Chrisman Damanik, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI); Zulkarnain, Ketua Bidang Pertambangan dan Sumber Daya Energi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII); Sahat Sinurat, Ketua Umum Gerakan Mahasiwa Kristen Indonesia (GMKI); Angelo Wake Kako, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI); Mulyadi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); Taufan Revolusi, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM); Kartika Nurrakhman, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI); Putu Wiratnaya, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI); Suparjo, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi); dan Vivin Sri Wahyuni, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). (MEL)