Tim Kajian Anggota Wantimpres yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. (HC) IGK Manila dan Dr. Iskandar Andi Nuhung berfoto bersama dengan Drs. H. Rendra Kresna, M.M., Bupati Malang, beserta jajaran SKPD Kabupaten Malang. Turut serta dalam kegiatan tersebut Drs. Kamarullah Halim, Kepala Biro Data dan Informasi, Sekretariat Wantimpres. (19/07)

Pengumpulan Data Tim Kajian Anggota Wantimpres ke Jawa Timur

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra peternakan sapi di Indonesia.  Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi daging sapi Jawa Timur pada Tahun 2016 mencapai 97.675 ton. Jumlah ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan tingkat produksi daging sapi tertinggi di Indonesia.

Data tersebut menjadi dasar Tim Kajian “Model Pengembangan Peternakan Sapi untuk Mewujudkan Swasembada Daging” yang dibentuk oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Bapak Jan Darmadi, untuk memilih Jawa Timur sebagai salah satu tempat pengumpulan data dan informasi.  Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 19 s.d. 21 Juli 2017 tersebut, Tim Kajian berdialog dengan aparatur pemerintah, akademisi, dan para peternak sapi di Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Dari tiga daerah tersebut, Kabupaten Malang merupakan sentra produksi sapi terbesar di Jawa Timur. Bupati Malang, Drs. H. Rendra Kresna, M.M., mengatakan, populasi sapi potong di Kabupaten Malang pada per 2016 tercatat 233.717 ekor, sedangkan populasi sapi perah sebanyak 81.150 ekor. Populasi sapi potong tersebut tersebar di sekitar 14 kecamatan di Kabupaten Malang. Dengan populasi sejumlah tersebut, Kabupaten Malang dapat memproduksi daging sapi sebanyak 39.949 ton pada Tahun 2016 lalu.

Tingkat produksi daging sejumlah itu dapat dicapai sebagai hasil dari beberapa program yang dilaksanakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang. Ir. Endang Retnowati, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang menjelaskan, ada tiga program unggulan untuk mengembangkan sapi, yaitu percepatan populasi sapi melalui inseminasi buatan, pengembangan kawasan agribisnis peternakan sapi, dan asuransi usaha ternak sapi.

Pemerintah Kabupaten Malang juga memiliki program lain terutama dalam upaya mendorong motivasi para peternak, yakni misalnya dengan mengadakan kontes ternak dan mengembangkan kawasan wisata peternakan rakyat, dan menjembatani kerjasama pemasaran sapi bakalan antara peternakan dengan feedloter.

Mayjen TNI (Purn) Dr. (HC) IGK Manila, Sekretaris Anggota Wantimpres Bapak Jan Darmadi yang juga Penanggung Jawab Tim Kajian mengatakan, hasil pengumpulan data dari Kabupaten Malang dan Jawa Timur secara keseluruhan akan dikaji dan dituliskan ke dalam bentuk laporan kajian untuk disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia. Laporan ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk mengembangkan peternakan sapi di daerah-daerah lain terutama di luar Jawa (VER).