[Aris] Puldatin Makassar - DSC06158

Pengembangan PLUT-KUMKM di Sulawesi Selatan

Pertumbuhan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonomian daerah pada umumnya ditopang oleh kegiatan ekonomi berskala kecil dan menengah seperti Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM). KUMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan pendapatan daerah, memperluas lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Salah satu upaya dan strategi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk memaksimalkan pembinaan dan pengembangan KUMKM di daerah adalah dengan membentuk Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM).

Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden mengirimkan tim yang terdiri dari pejabat Biro Data dan Informasi (DI) untuk melakukan pengumpulan data dan informasi terkait pengembangan PLUT-KUMKM di Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 28 Februari s.d. 3 Maret 2017. Tim dipimpin oleh Drs. Kamarullah Halim, Kepala Biro Data dan Informasi Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, dengan melakukan pertemuan-pertemuan dengan jajaran SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang terkait dengan PLUT-KUMKM. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Drs. H. Syamsu Alam Ibrahim, M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Dalam pertemuan itu segenap SKPD Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik program PLUT-KUMKM dan siap menyukseskan program-programnya. Jajaran SKPD yang hadir juga menyampaikan beberapa masukan terkait pengembangan PLUT-KUMKM, seperti misalnya pembagian peran yang jelas antar stakeholder pada pengembangan PLUT-KUMKM.

Tim Biro Data dan Informasi juga melakukan tinjauan langsung ke gedung PLUT-KUMKM dan melakukan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM yang menjadi binaan PLUT KUMKM. Para pelaku UMKM merasakan manfaat langsung dari program PLUT-KUMKM, manfaat yang paling dirasakan adalah meningkatnya omset usaha mereka yang berasal dari perubahan packaging produk hasil pelatihan dari PLUT-KUMKM, serta networking pemasaran hasil dari bergabung dengan PLUT-KUMKM. Tim Biro Data dan Informasi berkesempatan pula melakukan kunjungan ke Kabupaten Takalar untuk mengunjungi pelaku UKM pengrajin bosara, sebuah wadah atau tempat menyimpan kue tradisional khas Sulawesi Selatan. (ARS)